Satu semester buat ngubah angka jadi keputusan. Tenang, nggak ada coding dan nggak ada rumus yang bikin pusing.
Pajak, transaksi, laporan, semuanya sekarang ninggalin jejak digital. Kelas ini ngajarin cara bacanya, pelan pelan dari nol.
Sebelum UTS kamu bakal punya satu, sebelum UAS punya dua. Mulai dari nol itu normal banget di sini, emang dari situ mulainya.
Semua udah pindah ke sistem. Yang bisa baca datanya, dia yang dicari. Empat area kamu bakal ketemu ini.
Nyusun angka itu udah dikerjain sistem. Yang nggak bisa digantiin sistem adalah kalimat setelahnya: jadi sebaiknya ngapain. Itu yang kita latih.
Empat fase, dua project, satu showcase. Nggak ada minggu yang cuma numpang lewat.
Empat fase ini nyambung dan naiknya pelan: paham data, nemu pola, bikin visual, baru ngomong di depan orang. Nggak ada yang tiba tiba dilempar ke deep end.
Dua karya yang bisa kamu tempel di CV sama LinkedIn. Bikinan sendiri, bukan hasil comot template.
Laporan nunjukin kamu mikir, presentasi nunjukin kamu bisa didengerin. Dua duanya dilatih, jadi yang belum pede pun bakal kebagian jam terbang.
Tiap kali kamu scan QRIS, checkout di marketplace, atau lapor SPT online, kamu nambahin data. Segunung data itu yang diolah biar ketahuan polanya.
Dan yang bikin kaget, setengah kerjaan analis itu ternyata beresin data, bukan bikin grafik. Jadi kalau kamu ngerasa nggak jago statistik, santai aja.
Tools boleh ganti tiap tahun. Cara mikir ini nggak. Lima langkah, dipakai terus sampai UAS.
Grafik doang cuma jawab apa yang terjadi. Yang ditunggu bos itu kenapa dan harus ngapain. Mulai dari: turunnya di outlet mana, jam berapa, sejak metode bayar apa ditambah.
Ada teori namanya Hukum Benford. Di data keuangan asli, angka yang diawali 1 jauh lebih sering muncul daripada yang diawali 9. Angka karangan manusia nggak begitu.
Isi kolom di sebelah kiri, lalu klik Analisis sekarang.