Riset Dosen Pengampu

Yang kalian pelajari di kelas ini dipakai di riset beneran

Orange, Random Forest, Decision Tree, SVM, confusion matrix. Semua yang ada di pertemuan 3 sampai 6 dipakai untuk membaca 16.223 berkas sengketa pajak, lalu terbit di jurnal Direktorat Jenderal Pajak.

Scientax · Jurnal Kajian Ilmiah Perpajakan Indonesia

Data Mining Innovation to Predict the Duration of Tax Disputes

A Case Study in Indonesia

D
Donny Maha Putra Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Sengketa pajak di Indonesia sering berlarut, dan itu merugikan dua pihak sekaligus: negara kehilangan kepastian penerimaan, wajib pajak kehilangan kepastian hukum. Penelitian ini menguji apakah lama penyelesaian sengketa bisa diperkirakan sejak awal, memakai tiga model dari pertemuan 5 dan 6. Hasilnya bisa dipakai Pengadilan Pajak untuk mengatur beban perkara dan mengalokasikan orang.

tax disputesrandom forestsupport vector machine duration predictiondata mining

Berkasnya disimpan di situs ini supaya langsung terunduh. Kalau mau versi resminya beserta halaman jurnalnya, pakai tombol kedua.

Terbit31 Oktober 2025
Volume7 (1), halaman 1 sampai 15
PenerbitDirektorat Jenderal Pajak
ISSN2686-5718
DOI10.52869/st.v7i1.1006
Akses terbuka, lisensi CC BY-NC-SA 4.0. Boleh dibaca dan dikutip siapa saja.
Alur Kerjanya

Empat tahap, semuanya di Orange

Ini alur yang sama dengan yang kalian susun di pertemuan 5. Bedanya cuma datanya, bukan caranya.

Tahap 1

Masukkan data

16.223 baris berkas sengketa dari 2016 sampai 2023 dimuat lewat kotak File.

File
Tahap 2

Bangun tiga model

Random Forest, Decision Tree, dan SVM dijalankan berdampingan supaya bisa dibandingkan.

Random Forest · Tree · SVM
Tahap 3

Ukur hasilnya

Ketiganya diuji sekaligus, diukur pakai AUC, akurasi, presisi, recall, F1, dan MCC.

Test and Score
Tahap 4

Lihat salahnya di mana

Tabel silang menunjukkan kelas mana yang sering ketuker, bukan cuma berapa persen yang benar.

Confusion Matrix
Kalau mau coba sendiri: susun alur yang persis sama di Orange pakai dataset kalian. Panduan kotak per kotak ada di halaman Orange, dan latihan singkatnya ada di Coba Sendiri.
Hasil Tiga Model

Angka yang paling penting bukan akurasi

Perhatikan baris Decision Tree. Di situ ada pelajaran yang bakal kalian temui lagi waktu mengerjakan project.

ModelAUCAkurasiMCCKesimpulan
Random Forest0,9500,997tinggi Paling bisa diandalkan, dan alasannya masih bisa dijelaskan
SVM0,9220,997tinggi Hasilnya stabil, akurasinya setara Random Forest
Decision Tree0,4690,9830,000 Akurasinya kelihatan tinggi, tapi sebenarnya gagal

Kenapa akurasi 98,3 persen itu menipu

Pelajaran utama dari paper ini

Dari 16.223 berkas, 15.941 di antaranya masuk satu kategori yang sama. Kalau sebuah model menebak semuanya masuk kategori terbanyak itu, akurasinya otomatis sudah 98 persen tanpa benar-benar belajar apa pun. Itu yang terjadi pada Decision Tree: MCC-nya 0,000 dan AUC-nya 0,469, artinya tebakannya setara melempar koin.

Yang harus kalian lakukan Jangan berhenti di angka akurasi. Buka confusion matrix, lihat AUC, dan periksa apakah kelas yang jumlahnya sedikit ikut tertebak benar.

Apa yang kelihatan dari tabel silang

Random Forest, 16.223 berkas
Substance15.930 dari 15.94199,93%
Authority103 dari 12185,12%
Procedure134 dari 16183,23%

Kategori yang datanya banyak hampir selalu tertebak benar. Dua kategori yang datanya sedikit jauh lebih sering meleset. Ini yang tidak kelihatan kalau kalian cuma melihat satu angka akurasi.

Nyambung ke Mana

Paper ini memakai materi pertemuan berapa

Buka babnya waktu materinya dibahas, biar kelihatan bentuk jadinya seperti apa.

Cara Mengutip

Kalau dipakai di laporan project

Laporan kalian butuh rujukan. Ini formatnya sudah sesuai APA edisi ketujuh, tinggal salin.

Putra, D. M. (2025). Data mining innovation to predict the duration of tax disputes: A case study in Indonesia. Scientax: Jurnal Kajian Ilmiah Perpajakan Indonesia, 7(1), 1-15. https://doi.org/10.52869/st.v7i1.1006

Mengutip berarti menulis ulang idenya pakai kalimat sendiri lalu menyebut sumbernya. Menyalin paragraf mentah tetap dihitung plagiarisme, walaupun sumbernya ditulis. Ketentuannya ada di Rule Perkuliahan.